Senin, 02 Januari 2012

JIKA AKU MENJADI GURU


JIKA AKU MENJADI GURU di DAERAH KALIMANTAN BARAT (KAPUAS HULU)
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi  di Indonesia  yang terletak di Pulau Kalimantan, dan beribukotakan  Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat menurut sensus tahun 2000 berjumlah 4.073.430 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu daerah tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Putussibau yang dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak. Memiliki luas wilayah 29.842 km² dan berpenduduk 186.318 jiwa (2002).

SEJARAH KAPUAS HULU PADA ZAMAN BELANDA

Letak dan Luas wilayah
Kabupaten kapuas hulu secara astronomi terletak antara 0,50 Lintang Utara sampai 1,40 Lintang Selatan dan antara 111,400 Bujur Barat sampai 114,100 Bujur Timur dengan Ibukota Putussibau. Adapun Batas-Batas Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :
1.      Sebelah Utara        :  Berbatasan dengan Serawak (Malaysia Timur)
2.      Sebalah Barat         :  Berbatasan dengan Kabupaten Sintang
3.      Sebelah Timur        :  Berbatasan dengan Provinsi Kaltim dan Kalimantan Tengah
4.      Sebelah Selatan      :  Berbatasan dengan Kabupaten Sintang dan Provinsi Kalimantan
 Tengah
Secara umum Kabupaten Kapuas Hulu memanjang dari arah Barat ke Timur dengan jarak tempuh terpanjang ±240 Km dan melebar dari Utara ke Selatan ±126,70 Km serta merupakan Kabupaten paling Timur di Provinsi Kaliamantan Barat. Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi adalah ±657 Km melalui jalan darat, ±842 Km melalui jalur aliran sungai kapuas dan ± 1,5 jam penerbangan udara.
Luas Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu seluruhnya adalah 29.842 Km2  yang merupakan 20,33 % dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat (146.807 Km2). Secara Administratif Surat Keputusan Bupati Kapuas Hulu Nomor 143 Tahun 2007, Kabupaten Kapuas Hulu di bagi menjadi 25 Kecamatan, 4 Kelurahan, 208 Desa dan 547 Dusun.

SUKU yang ADA di KAPUAS HULU

Suku Bangsa

dayak jaman dulu

Daerah Kalimantan Barat dihuni oleh Penduduk Asli Dayak dan kaum pendatang lainnya dari Sumatra dan kaum urban dari tiongkok dan daerah di Indonesia lainnya. Suku Bangsa yang Dominan Besar yaitu Dayak ,Melayu dan Tionghoa, yang jumlahnya melebihi 90% penduduk Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, Batak, dan lain-lain yang jumlahnya dibawah 10%.
Suku Dayak terdiri dari :


1)      Rumpun Kanayatn,
2)      Rumpun Ibanic,
3)      Rumpun Bidoih (Kidoh-Madeh),
4)      Rumpun Banuaka,
5)      Rumpun Kayaanic,
6)      Rumpun Uut Danum


Kelompok Dayak yang lainnya seperti:


1.      Suku Iban (Ibanic)
2.      Suku Bidayuh (Bidoih)
3.      Suku Seberuang (Ibanic)
4.      Suku Mualang (Ibanic)
5.      Suku Kanayatn
6.      Suku Mali
7.      Suku Sekujam
8.      Suku Sekubang
9.      Suku Kantuk (Ibanic)
10.  Suku Ketungau (Ibanic)


·         Sak Senganan (Ibanic Moslem)
·         Suku Melayu

Lain-lain          :

1.      Suku Banjar
2.      Suku Pesaguan
3.      Suku Bugis
4.      Suku Sunda
5.      Suku Jawa
6.      Suku Madura
7.      Suku Minang
8.      Suku Batak
9.      dan lain-lain


·         Tionghoa
1.      Hakka
2.      Tiochiu
3.      dan lain-lain
Selain dari suku Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat terdapat 12% penduduk Cina yang sudah menetap turun temurun yang sebagian adalah warganegara asing, bahkan masih banyak yang tidak berkewarganegaraan. Pada umumnya mereka hidup di kota-kota antara lain di Pontianak dan Singkawang.
MATA PENCAHARIAN
Sebagian besar penduduk bermukim di sepanjang pantai barat dan di sepanjang aliran sungai-sungai besar dan kecil, terutama Sungai Kapuas yang menghubungkan antara Pontianak, Sanggau, Sintang dan Putusibau.
Mata pencaharian penduduk yang utama ialah pertanian dalam arti luas yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, perikanan dan pemungutan hasil hutan.
RENCANA KERJA
Titik berat Pendidikan Dasar diarahkan pada pengembangan Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan khususnya sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang sesuai dengan kondisi masyarakat sebagai proses meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada. Tetapi jika saya menjadi guru dan mendapatkan kesempatan menjadi guru di daerah kabupaten Kapuas Hulu saya bersedia mengajarkan Matematika, misalkan saya akan ditempatkan disana selama 1mingguan. Dalam waktu tersebut saya akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Pada hari pertama, saya datang ketempat dimana saya akan mengajar. Saa senang bertemu dengan mereka. Ternyata cukup banyak anak-anak yang bersemangat untuk siap belajar. Ini membuat saya semakin semangat untuk mengajar mereka. Pertama , saya akan melakukan perkenalan diri saya kepada anak-anak tersebut begitu juga dengan mereka agar kami saling kenal. Karena ada pepatah yang mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”.
Pada hari kedua, saya akan mencoba memulai pelajaran yang akan saya ajarkan kepada mereka. Ya..mungkin mengajarkan anak-anak di daerah jauh lebih sulit dibandingkan mengajar anak-anak di kota karena kita harus memulai mengajarkan mereka dimulai dari dasar, tapi saya tidak akan menyerah begitu saja apalagi pulang tanpa memberikan hasil kepada mereka. Pada hari kedua ini saya akan mengenalkan angka kepada anak-anak tersebut yang dimulai dari angka 0 sampai 10. Saya mengajarkannya melalui media yang ada. Seperti kayu, saya menunjukan 1 batang kayu itu berarti menunjukkan jumlah batang itu 1. Ya..begitulah mereka setiap saya mencoba mengajarkan kepada mereka, mereka selalu saja sibuk dengan diri mereka masing-masing. Ada yang bercanda, bingung , tapi saya senang dan itu membuat keadaan tidak membosankan dan saya tetap berusaha untuk menarik perhatian mereka agar selalu tetap memperhatikan saya. Setiap harinya saya hanya mengajarkan kepada mereka selama 1 jam saja.
Setelah hari kedua, hari selanjutnya saya mengajar mereka kembali. Saya masih mengajarkan mereka tentang angka karena matematika angka itu sangat penting. Dihari ketiga ini saya mengajarkan mereka dari angka 0 sampai 20. Selain mengajarkan mereka dari 0 sampai 20, saya juga mengajarkan mereka soal pertambahan dan melihat perkembangan mereka dari hari kehari saya cukup senang karena mereka mulai mempehatikan saya dengan serius walaupun dengan melihat wajah mereka, mereka masih kelihatan bingung dengan apa yang saya ajarkan.
Pada hari keempat, saya semakin semangat mengajar mereka. Pada hari ini, saya tetap mengajarkan mereka tentang angka dari 0 sampai 30 dan mengulas sedikit pembelajaran kemarin tentang mereka. Setelah, mengulas saya akan mencoba mengajarkan mereka tentang pengurangan.
Pada hari kelima, saya mengajarkan mereka angka dari 0 sampai 40. Kemudian, mengulas tentang pertambahan, pengurangan dan saya akan menambahkan pelajaran ke mereka soal pengkalian.
Pada hari ke enam, seperti biasa saya mengajarkan mereka kembali soal angka dari 0 sampai 50 dan mengulas pelajaran kemarin soal pertambahan, pengurangan, pengkalian dan ditambah untuk pelajaran hari ini adalah pembagian. Setelah semua selesai saya ajarkan saya memberikan sedikit soal kepada mereka dan hasilnya yaa cukup senang. Itu berarti saya berhasil mengajarkan mereka dan saya pulang dengan membawa hasil.
Pada hari terakhir saya mengajar saya berpamitan kepada mereka. Ya..saya cukup merasa sedih juga saat saya harus balik ke Jakarta dan meninggalkan mereka, tapi saya senang dan bangga di beri kesempatan untuk mengajar mereka. Banyak pengalaman yang saya dapat disana dan saya sangat berharap agar pemerintah mengadaan Perpustakaan Sekolah, mengadaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, serta pengukuran kecerdasan peserta didik melalui lomba program bidang studi.
Harapan saya setelah saya selesai menjalankan tugas menjadi guru disana saya berharap kepada anak-anak didik saya agar tetap giat belajar dan terus belajar dan kelak akan menjadi orang yang lebih baik dan sukses di kemudian hari.
Dan harapan saya bagi masyarakat setempat saya mengucapkan banyak terima kasih karena saya dapat diterima oleh masyarakat setempat dan diberikan kesempatan mengajar di daerah mereka. Saya berharap tidak hanya daerahnya saja yang maju, tetapi masyarakatnya juga dapat mengalami kemajuan agar menjadi masyarakat yang lebih baik.
Dan buat saya sendiri, saya merasa senang dan saya bangga karena saya dapat di beri kesempatan untuk datang, mengajar dan berbagi ilmu saya kepada orang lain. Apalagi kedatangan saya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang membuat saya senang.

Minggu, 20 November 2011

makanan kredok

Add caption


SEJARAH
Karedok adalah makanan khas daerah Jawa, tepatnya Jawa Barat. Masakan ini sangatlah unik karena semua sayuran dalam keadaan segar, tanpa melalui proses pemasakan sehingga kandungan gizi dan seratnya sangatlah padat.
Awal diberi nama karedok, dikarenakan masakan ini berasal dari Desa Karedok. Konon berawal dari sebuah perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Daerah ini dulunya merupakan wilayah Sumedang Larang atau negara Meyeuti (sebutan orang pada saat itu).
Desa karedok berada di Kecamatan Jati Gede, Kabupaten Sumedang. Luas daerah Desa Karedok seluas 926 ha, terdiri atas berbagai jenis lahan yang peruntukannya meliputi permukiman umum 11 ha, bangunan sekolah 0,10 ha, tempat peribadatan (masjid) 0,020 ha, sawah pengairan setengah teknis 145 ha, sawah tadah hujan 70 ha, ladang atau tanah darat 39,35 ha, hutan asli 305,5 ha, sarana olahraga meliputi lapangan bola volley atau basket 0,20 ha, taman rekreasi 1,42 ha, serta perikanan air tawar kolam 0,50 ha.

BAHAN DAN CARA MEMBUATNYA
BUMBU :
Ø 250 gram kacang tanah yang sudah digoreng
Ø 6 buah cabai rawit merah yang sudah direbus
Ø 6 buah cabai merah besar yang sudah direbus
Ø 5 cm kencur
Ø 3 siung bawang putih
Ø 1 sdm gula merah sisir
Ø 1 sdt garam
Ø 1 jeruk limau kemudian diperas dan ambil airnya
Ø 1 sdm cuka masak
Ø 150 ml air matang
Ø 150 gram oncom yang sudah di bakar

SAYURAN :
Ø 5 lonjor kacang panjang, kemudian iris sampai halus
Ø 2 lembar kol, kenudian iris hingga alus
Ø 3 terong lalap, kemudian potong dadu kecil
Ø 1 buah mentimun, kemudian iris
Ø 50 gram taoge, siangi, rebus sebentar
Ø 50 kemangi

PELENGKAP :
Ø Kerupuk

CARA MEMASAK atau MEMBUAT :
1.     Bumbu
Haluskan kacang tanah yang sudah di goreng bersama cabai merah besar dan cabai rawit yang sudah di rebus, bawang putih, gula merah, dan garam. Kemudian aduk sampai rata. Tambahkan air, oncom remas, masukan kedalam bumbu, beri air jeruk limau , kemudian aduk hingga rata.
2.     Penyajian
Cuci bersih sayuran , iris sayuran setelah diiris masukan sayuran tersebut kedalam bumbu , kemudian aduk hingga merata. Setelah itu, tambahkan daun kemangi,  lalu diaduk kembali. Setelah semua sudah selesai maka makanan siap disajikan.

KESIMPULAN

Karedok merupakan makanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Barat yang sampai saat ini banyak diminati dan disukai oleh banyak orang. Baik kalangan orang tua, maupun remaja, semua orang banyak menyukai makanan ini. Selain itu, bahan-bahannya sangat mudah diperoleh karena bahan-bahan dalam makanan tersebut hanyalah sayuran dan juga sangatlah mudah untuk membuatnya. Makanan ini rasanya pedas, tetapi tegantung pada minat pemakannya, banyak disukai oleh orang banyak karena selain enak rasanya didalam makanan tersebut juga dapat menyehatkan tubuh karena bahan-bahan makanan karedok berasal dari sayuran yang masih mentah dan segar, sehingga mengandung vitamin yang tinggi.

Sabtu, 15 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR

KEBUDAYAAN MALAYSIA

PENDAHULUAN
Setiap negara memiliki masing-masing kebudayaan yang berbeda . Dengan kita mengetahui perbedaan kebudayaan negara lain kita dapat ikut serta untuk membudidayakan, memelihara , dan menjaga kebudayaan terebut agar tetap ada pada negara tersebut . Saya disini memilih suatu kebudayaan yang ada pada suatu negara , yaitu negara Malaysia . Malaysia adalah sebuah negara berbilang kaum yang hidup dalam keadaan aman dan damai. Tiga kaum yang utama di Malaysia ialah Melayu , Cina dan India . Melayu merupakan kaum terbesar daripada populasi Malaysia. Melayu adalah satu kaum yang beragama Islam, berbahasa Melayu dan mengamalkan budaya Melayu. Cina juga memiliki penduduk dan penduduknya tinggal di bandar-bandar besar di pantai barat semenanjung. Kebanyakan kaum Cina beragama Buddha , Taoisme (Kristian) , berbahasa Mandarin dan Kantonis atau Teochew dan lebih dominan bidang ekonomi. India juga mempunyai penduduk , kebanyakannya beragama Hindu, bertutur Tamil dan Hindi. Selain itu, terdapat juga kaum Sikh, Serani atau Eurasian dan kaum bumiputera lain. Bahasa Melayu ialah bahasa rasmi Malaysia, tetapi Bahasa Inggris digunakan secara meluas. Kaum Bumiputera yang terbesar di Sarawak ialah Iban. Mereka tinggal di rumah panjang, dan menetap di sepanjang Sungai Rajang dan Sungai Lupar. Dahulu mereka merupakan pengumpul hasil hutan, hidup berpindah-randah, dan bercucuk tanam, tetapi kini sudah diserap ke dalam kehidupan modern Malaysia.
ISI
Pakaian dan Hiasan
Pakaian merupakan salah satu keperluan asas manusia iaitu berfungsi sebagai melindungi tubuh dari kepanasan, kesejukan serta ancaman-ancaman lain . Hiasan diri pula digunakan dan dipakai sebagai pelengkap kostum. Bagi masyarakat Melayu, pakaian dan hiasan diri pada asalnya lebih berfungsi sebagai simbol kedudukan dan kekuasaan seseorang dalam masyarakat. Namun fungsi pakaian dan hiasan semakin berkembang dan berubah mengikut peredaran zaman. Kini ia lebih penting sebagai bahan fesyen iaitu sesuatu yang lebih menitikberatkan daya kreatif penciptanya.
Baju Melayu merupakan satu panggilan bagi baju tradisional Melayu yang biasa di pakai oleh golongan lelaki di Malaysia dan negara serantau. Ia biasanya terbagi kepada dua jenis utama, yaitu baju Melayu potongan Teluk Belanga dan potongan Cekak Musang.
1. Baju Melayu Teluk Belanga
Baju Melayu Teluk biasanya lebih terkenal di selatan Malaysia sementara potongan Cekak Musang di kawasan tengah dan utara Malaysia. Potongan tersebut merujuk kepada cara jahitan pada leher baju tersebut. Baju ini mula di perkenalkan di Teluk Belanga, Singapura dan tersebar luas sebagai ciri khas johor khususnya pada abad ke-19. Ia juga dikatakan sejenis pakaian lelaki yang dikatakan telah direka oleh Sultan Abu Bakar pada tahun 1866 untuk meraikan perpindahan ibu negeri Johor dari Teluk Belanga di Singapura ke Johor Bahru. Walau bagaimanapun istilah ini akhirnya menjadi ciri khas masyarakat Melayu hingga disebut selengkapnya ‘Baju Melayu’.
2. Baju Melayu Cekak Musang
Istilah ini berhubung langsung dengan pola lingkaran leher baju, tengkuk ‘cekak’ tinggi atau leher tegak empang leher. Pengertian ‘cekak musang’ merakamkan imej alami untuk leher baju yang bercekak tinggi berdiri (2.5cm) melingkari leher. Ukuran ditentukan oleh lingkaran (bulat) yang dibuat dengan ibu jari lain yang bertemu hujungnya. Baju ini mula dipakai di Johor ketika pemerintahan Sultan Ibrahim Ibni Sultan Abu Bakar.Potongan Cekak Musang berbentuk seperti leher baju India hanya bahagian penutup atau rumah butangnya bertindan.
3. Baju Kurung
Baju kurung dianggap popular dan dipakai oleh lelaki dan perempuan. Perbedaannya terletak pada bahagian kocek yaitu laki-laki mempunyai tiga kocek manakala perempuan mempunyai satu kocek serta perbedaan daripada segi pemakaian. Pengertian kurung secara tidak langsung telah membawa arti ‘mengurung atau menutup’ anggota tubuh. Cara ini menepati konsep pakaian cara Melayu setelah kedatangan Islam , sehinggalah istilah ‘kurung’ diartikan sebagai baju yang longgar, labuh atau panjang. Sehingga disebut dengan berbagai-bagai nama misalnya ‘baju kurung bernyawa’ walaupun mempunyai berbagai nama namun baju kurung telah menampilkan ciri-ciri tersendiri.
4. Bidang
Wanita Iban memakai kain sarung yang dipanggil bidang. Kain sarung ini sempit dan panjangnya cuma lebih kurang separas lutut. Biasanya bidang diperbuat daripada sebidang kian yang berukuran 110 cm x 60 cm dan terdiri daripada dua bidang kain seumpamanya yang dicantumkan. Bidang yang digunakan sebagai pakaian harian tidak banyak reka coraknya. Kebiasaannya bidang ini hanya dihias oleh reka corak jalur-jaluran yang bewarna-warni. Bidang yang dipakai ketika upacara tertentu bukan sebarang perayaan pula dihiasi oleh pelbagai reka corak geometrik dan diwarnakan dengan warna merah bata dan kekuning-kuningan. Malah ada diantara bidang tersebut yang dihiasi dengan reka corak bermotif tradisional yang disongketkan dengan benang emas atau perak di atas kain dasar yang bewarna merah.
5. Kalambi
Baju Kaum Iban yang dipanggil kalambi pula ada dua jenis iaitu kalambi berlengan dan kalambi tanpa lengan. Kalambi dipakai oleh lelaki dan wanita Iban ketika upacara tertentu sahaja. Potongan kalambi sangat ringkas iaitu terdiri daripada sebidang kain segi empat bujur yang dilipat dua. Panjang kalambi berbeza-beza iaitu ada yang separas punggung dan ada yang labuh hingga ke lutut. Kalambi ditenun dengan segala macam motif yang indah. Terdapat kalambi yang dihias dengan jalur-jalur yang indah dan ada pula kalambi yang dihias dengan jalur-jalur dan setengahnya pula dipenuhi dengan figura-figura roh dan binatang. Kalambi yang dipakai oleh pahlawan juga dilapiskan dengan kekabu sebagai pertahanan. Ada kalambi yang menggunakan kain yang ditenun dengan cara ikat. Kain ini bermotifkan jalur-jaluran yang menegak, figura manusia dan burung. Semua motif tersebut ditenun dalam bentuk geometrik. Hujung kalambi hasil tenunan ikat ini pula dibiarkan berjumbai, berpintal atau dihias dengan karangan manik.
6. Bedong
Wanita Iban juga memakai kain selendang yang panjang dan sempit. Kain selempang ini dikenali sebagai bedong, iaitu ia dihiasi oleh reka corak tenunan yang sangat halus. Panjang bedung hampir sama dengan sirat. Beong dipakai di bahu sebagai selendang atau diselempangkan di badan seperti pangkahan di dada dalam upacara-upacara rasmi.
Kesimpulan
Jadi , negara Malaysia mempunyai beberapa kebudayaan yang salah satunya adalah kebudayaan dalam pakaian dan di setiap jenis pakaian tersebut memiliki arti masing-masing bagi warga negara malaysia tersebut dan pakaian tersebut dapat di kenakan pada acara tertentu .