JIKA AKU MENJADI GURU di DAERAH KALIMANTAN BARAT (KAPUAS HULU)
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan, dan beribukotakan Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat menurut sensus tahun 2000 berjumlah 4.073.430 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu daerah tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Putussibau yang dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak. Memiliki luas wilayah 29.842 km² dan berpenduduk 186.318 jiwa (2002).
SEJARAH KAPUAS HULU PADA ZAMAN BELANDA
Letak dan Luas wilayah
Kabupaten kapuas hulu secara astronomi terletak antara 0,50 Lintang Utara sampai 1,40 Lintang Selatan dan antara 111,400 Bujur Barat sampai 114,100 Bujur Timur dengan Ibukota Putussibau. Adapun Batas-Batas Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Serawak (Malaysia Timur)
2. Sebalah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Sintang
3. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Provinsi Kaltim dan Kalimantan Tengah
4. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Sintang dan Provinsi Kalimantan
Tengah
Secara umum Kabupaten Kapuas Hulu memanjang dari arah Barat ke Timur dengan jarak tempuh terpanjang ±240 Km dan melebar dari Utara ke Selatan ±126,70 Km serta merupakan Kabupaten paling Timur di Provinsi Kaliamantan Barat. Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi adalah ±657 Km melalui jalan darat, ±842 Km melalui jalur aliran sungai kapuas dan ± 1,5 jam penerbangan udara.
Luas Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu seluruhnya adalah 29.842 Km2 yang merupakan 20,33 % dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat (146.807 Km2). Secara Administratif Surat Keputusan Bupati Kapuas Hulu Nomor 143 Tahun 2007, Kabupaten Kapuas Hulu di bagi menjadi 25 Kecamatan, 4 Kelurahan, 208 Desa dan 547 Dusun.
SUKU yang ADA di KAPUAS HULU
Suku Bangsa
dayak jaman dulu
Daerah Kalimantan Barat dihuni oleh Penduduk Asli Dayak dan kaum pendatang lainnya dari Sumatra dan kaum urban dari tiongkok dan daerah di Indonesia lainnya. Suku Bangsa yang Dominan Besar yaitu Dayak ,Melayu dan Tionghoa, yang jumlahnya melebihi 90% penduduk Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, Batak, dan lain-lain yang jumlahnya dibawah 10%.
Suku Dayak terdiri dari :
1) Rumpun Kanayatn,
2) Rumpun Ibanic,
3) Rumpun Bidoih (Kidoh-Madeh),
4) Rumpun Banuaka,
5) Rumpun Kayaanic,
6) Rumpun Uut Danum
Kelompok Dayak yang lainnya seperti:
1. Suku Iban (Ibanic)
2. Suku Bidayuh (Bidoih)
3. Suku Seberuang (Ibanic)
4. Suku Mualang (Ibanic)
5. Suku Kanayatn
6. Suku Mali
7. Suku Sekujam
8. Suku Sekubang
9. Suku Kantuk (Ibanic)
10. Suku Ketungau (Ibanic)
· Sak Senganan (Ibanic Moslem)
· Suku Melayu
Lain-lain :
1. Suku Banjar
2. Suku Pesaguan
3. Suku Bugis
4. Suku Sunda
5. Suku Jawa
6. Suku Madura
7. Suku Minang
8. Suku Batak
9. dan lain-lain
· Tionghoa
1. Hakka
2. Tiochiu
3. dan lain-lain
Selain dari suku Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat terdapat 12% penduduk Cina yang sudah menetap turun temurun yang sebagian adalah warganegara asing, bahkan masih banyak yang tidak berkewarganegaraan. Pada umumnya mereka hidup di kota-kota antara lain di Pontianak dan Singkawang.
MATA PENCAHARIAN
Sebagian besar penduduk bermukim di sepanjang pantai barat dan di sepanjang aliran sungai-sungai besar dan kecil, terutama Sungai Kapuas yang menghubungkan antara Pontianak, Sanggau, Sintang dan Putusibau.
Mata pencaharian penduduk yang utama ialah pertanian dalam arti luas yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, perikanan dan pemungutan hasil hutan.
RENCANA KERJA
Titik berat Pendidikan Dasar diarahkan pada pengembangan Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan khususnya sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang sesuai dengan kondisi masyarakat sebagai proses meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada. Tetapi jika saya menjadi guru dan mendapatkan kesempatan menjadi guru di daerah kabupaten Kapuas Hulu saya bersedia mengajarkan Matematika, misalkan saya akan ditempatkan disana selama 1mingguan. Dalam waktu tersebut saya akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Pada hari pertama, saya datang ketempat dimana saya akan mengajar. Saa senang bertemu dengan mereka. Ternyata cukup banyak anak-anak yang bersemangat untuk siap belajar. Ini membuat saya semakin semangat untuk mengajar mereka. Pertama , saya akan melakukan perkenalan diri saya kepada anak-anak tersebut begitu juga dengan mereka agar kami saling kenal. Karena ada pepatah yang mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”.
Pada hari kedua, saya akan mencoba memulai pelajaran yang akan saya ajarkan kepada mereka. Ya..mungkin mengajarkan anak-anak di daerah jauh lebih sulit dibandingkan mengajar anak-anak di kota karena kita harus memulai mengajarkan mereka dimulai dari dasar, tapi saya tidak akan menyerah begitu saja apalagi pulang tanpa memberikan hasil kepada mereka. Pada hari kedua ini saya akan mengenalkan angka kepada anak-anak tersebut yang dimulai dari angka 0 sampai 10. Saya mengajarkannya melalui media yang ada. Seperti kayu, saya menunjukan 1 batang kayu itu berarti menunjukkan jumlah batang itu 1. Ya..begitulah mereka setiap saya mencoba mengajarkan kepada mereka, mereka selalu saja sibuk dengan diri mereka masing-masing. Ada yang bercanda, bingung , tapi saya senang dan itu membuat keadaan tidak membosankan dan saya tetap berusaha untuk menarik perhatian mereka agar selalu tetap memperhatikan saya. Setiap harinya saya hanya mengajarkan kepada mereka selama 1 jam saja.
Setelah hari kedua, hari selanjutnya saya mengajar mereka kembali. Saya masih mengajarkan mereka tentang angka karena matematika angka itu sangat penting. Dihari ketiga ini saya mengajarkan mereka dari angka 0 sampai 20. Selain mengajarkan mereka dari 0 sampai 20, saya juga mengajarkan mereka soal pertambahan dan melihat perkembangan mereka dari hari kehari saya cukup senang karena mereka mulai mempehatikan saya dengan serius walaupun dengan melihat wajah mereka, mereka masih kelihatan bingung dengan apa yang saya ajarkan.
Pada hari keempat, saya semakin semangat mengajar mereka. Pada hari ini, saya tetap mengajarkan mereka tentang angka dari 0 sampai 30 dan mengulas sedikit pembelajaran kemarin tentang mereka. Setelah, mengulas saya akan mencoba mengajarkan mereka tentang pengurangan.
Pada hari kelima, saya mengajarkan mereka angka dari 0 sampai 40. Kemudian, mengulas tentang pertambahan, pengurangan dan saya akan menambahkan pelajaran ke mereka soal pengkalian.
Pada hari ke enam, seperti biasa saya mengajarkan mereka kembali soal angka dari 0 sampai 50 dan mengulas pelajaran kemarin soal pertambahan, pengurangan, pengkalian dan ditambah untuk pelajaran hari ini adalah pembagian. Setelah semua selesai saya ajarkan saya memberikan sedikit soal kepada mereka dan hasilnya yaa cukup senang. Itu berarti saya berhasil mengajarkan mereka dan saya pulang dengan membawa hasil.
Pada hari terakhir saya mengajar saya berpamitan kepada mereka. Ya..saya cukup merasa sedih juga saat saya harus balik ke Jakarta dan meninggalkan mereka, tapi saya senang dan bangga di beri kesempatan untuk mengajar mereka. Banyak pengalaman yang saya dapat disana dan saya sangat berharap agar pemerintah mengadaan Perpustakaan Sekolah, mengadaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, serta pengukuran kecerdasan peserta didik melalui lomba program bidang studi.
Harapan saya setelah saya selesai menjalankan tugas menjadi guru disana saya berharap kepada anak-anak didik saya agar tetap giat belajar dan terus belajar dan kelak akan menjadi orang yang lebih baik dan sukses di kemudian hari.
Dan harapan saya bagi masyarakat setempat saya mengucapkan banyak terima kasih karena saya dapat diterima oleh masyarakat setempat dan diberikan kesempatan mengajar di daerah mereka. Saya berharap tidak hanya daerahnya saja yang maju, tetapi masyarakatnya juga dapat mengalami kemajuan agar menjadi masyarakat yang lebih baik.
Dan buat saya sendiri, saya merasa senang dan saya bangga karena saya dapat di beri kesempatan untuk datang, mengajar dan berbagi ilmu saya kepada orang lain. Apalagi kedatangan saya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang membuat saya senang.

